Tak Perlu Keder Menghadapi Balita Picky Eater

By | August 11, 2015

Duh susah banget sih, makan apa aja ditolak! Maunya makan sosis melulu, lainnya nggak mau!

picky-eaterMasalah senada diatas pasti sering dialami oleh para Bunda yang memiliki anak berusia balita. Tenang saja Bunda, Anda tidak sendirian, fakta menunjukkan hampir separuh balita di dunia menalami masalah picky eater. Dikutip dari kompas.com, dr Aryono Hendarto, Sp.A(K) mengatakan bahwa kesulitan makan pada anak biasa terjadi saat berusia 1-5 tahun. “Pada usia ini anak biasanya sangat aktif dan sedang senang mengeksplorasi sekelilingnya. Karena itu, kegiatan makan tidak disukai anak karena dianggap membosankan,” tuturnya. “Ada banyak faktor yang memengaruhi mengapa anak jadi sulit makan, misalnya karena memang si anak punya penyakit sehingga tidak berselera makan atau karena faktor psikologis,” kata dokter dari Divisi Nutrisi dan Metabolik Anak FKUI/RSCM Jakarta ini.

Berdasar keterangan dari ahli diatas, Bunda dapat mencari penyebab mengapa si kecil begitu sulit makan atau hanya mau makanan tertentu saja. Jika masalahnya disebabkan karena faktor psikologis, Bunda bisa mencoba cara-cara berikut agar si kecil tertarik makan:

  • Metode celup dan oles. Anak kecil lebih tertarik makanan yang dicelup dan dioles misalnya biskuit dan cornflakes celup susu, atau roti, crackers, biskuit dengan olesan selai kacang, selai buah, mentega dan meises.
  • Makanan cair. Mengolah buah, sayur plus susu menjadi smoothies atau jus lezat bisa mempermudah anak mengkonsumsi buah dan sayur. Gunakan sedotan besar agar buah hati Anda lebih semangat.
  • Sajikan dalam porsi kecil. Terkadang melihat makanan dalam jumlah banyak dapat membuat anak menjadi tidak berselera.
  • Ajak anak memasak. Cara ini terbukti jitu membuat anak semangat makan hasil buatannya sendiri. Bunda dapat melibatkan si kecil dengan memberinya tugas mudah seperti mengaduk adonan puding, mencampur tepung, memetik sayuran dll.
  • Makan bersama. Mengajak teman-teman sebaya atau anak tetangga makan bersama bisa membuat buah hati Bunda lebih semangat menyantap makanan.
  • Hias makanannya. Menghias makanan dengan garnish atau cetakan lucu dapat membuat si kecil bergembira dan merangsang selera makannya. Gunakan warna ceria seperti merah tomat, hijau selada, kuning keju agar makanannya lebih berwarna.

Selain cara diatas, Bunda dapat juga bercerita atau mengajak si kecil melihat kehidupan gelandangan. Usia balita umumnya sudah dapat diberi pemahaman tentang betapa beruntungnya ia tak perlu bersusah payah untuk makan. Cara ini juga dapat menimbulkan empati sekaligus menyadarkannya tentang betapa berharganya makanan bagi orang lain. Dengan ketekunan dan keyakinan Bunda, InsyaAllah si kecil pasti mau makan. Semoga berhasil ya Bunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.